PROFIL KAK RICO

Bismillaahiirahmaanirrahiim.
Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Menjadi seorang Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh Kak Rico yang mempunyai cita-cita waktu kecil menjadi seorang Pilot meski pada saat mengeyam pendidikan sekolah dasar tidak menyukai mata pelajaran matematika.

Sebelum menjadi Pendongeng, Kak Rico lama menggeluti dunia seni, khususnya teater, dengan mendirikan Sanggar Teater Merahkala di Jakarta Selatan dan sekaligus membina/melatih kelompok teater mahasiswa Sanggar KUMMIS kampus STIE Ahmad Dahlan Jakarta, yang sekarang bernama ITB (Institut Tehnologi dan Bisnis) Ahmad Dahlan, selama kurang lebih lima belas tahun, sesuai disiplin ilmu yang pernah didapat saat sempat mengenyam pendidikan teater di Institut Kesenian Jakarta. Selain itu, sempat pula menjadi penulis skenario dan pemain utama pada mini seri sinetron “Keluarga Sakinah” di sebuah stasiun televisi swasta pada tahun 2001.

Menjadi guru ekstra kurikuler pun pernah Kak Rico lakukan yaitu ekstra kurikuler Teater sebuah SMA di Depok, Bogor dan ekstra kurikuler Drama dan Menyanyi di beberapa Taman Kanak-kanak di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan.

Pada pertengahan tahun 2004, berawal dari keisengannya mengikuti ajakan salah seorang kawan baik untuk mengikuti sebuah kegiatan Workshop Dongeng yang diadakan oleh sebuah LSM dengan narasumber salah seorang pendongeng hebat bernama Kak Agus Fatah, Kak Rico malah merasakan “kenikmatan” yang sangat berbeda dibandingkan dengan bermain atau menyutradarai pertunjukan Teater. Ketagihan Kak Rico makin menjadi setelah ia berhasil meraih gelar Juara II Lomba Dongeng di TMII pada tahun itu pula. Sejak saat itu Kak Rico memutuskan bahwa profesi Pendongeng untuk anak adalah profesi yang tepat dan baik untuknya. Hingga akhirnya lambat laun kak Rico pun semakin merasakan bahwa dongeng telah membuat ia menyayangi dan mencintai anak-anak Indonesia karena masa depan agama, bangsa, dan negara yang baik kelak berada ditangan mereka.

Dalam menekuni profesi sebagai pendongeng, Kak Rico sempat pula menyelingi kegiatannya dengan mendongeng dan sekaligus menjadi penyiar Radio Bahana FM Jakarta selama dua tahun.

Konsep dan teknik yang diterapkan oleh kak Rico dalam bercerita yaitu  dengan teknik dramatisasi/teaterikal, ekspresif, enerjik, dan jenaka, serta serta didampingi sebuah boneka muppet dengan teknik ventriloquist (suara perut) sebagai co-storyteller atau tandem Kak Rico. Selain berinteraksi dengan audiens anak, dukungan backsound dan sound effect juga menjadi andalan Kak Rico dengan tujuan menstimulasi emosi dan imajinasi anak agar terbawa ke dalam suasana cerita yang ceria, seru, dan jenaka.  Konsep & teknik bercerita tersebut mungkin cukup lengkap untuk bisa menghasilkan pertunjukan dongeng yang menghibur, berkesan dan mengandung pesan. Dengan konsep tersebut pertunjukan dongeng Kak Rico mempunyai ciri khas tersendiri.

Bukan hanya dongeng-dongeng umum (fairy tales, folktales, dan fabel) yang bisa Kak Rico sampaikan kepada anak-anak. Kisah teladan Islam atau cerita-cerita karya sendiri yang bernafaskan Islam pun bisa Kak Rico bawakan dengan gaya yang menarik, enerjik, dan jenaka.

Prestasi lomba mendongeng yang pernah diraih Kak Rico memang tidak banyak dibandingkan pendongeng-pendongeng hebat lain di tanah air. Namun meskipun demikian, tetap bisa menjadi modal keyakinan Kak Rico untuk dapat turut serta memberikan sumbangsih menanamkan nilai-nila moral dan budi pekerti kepada anak-anak Indonesia.

Alhamdulillah, pengalaman Kak Rico mendongeng tidak hanya untuk pertunjukan off air saja, namun juga pernah mengisi acara on air di beberapa stasiun televisi sebagai bintang tamu dan juga narasumber. Pengalaman yang sangat berkesan bagi Kak Rico ketika dipercaya menjadi Kordinator puluhan Pendongeng hebat di tanah air dalam kegiatan sosial “Dongeng Kemanusiaan Dharma Pertiwi” yang diselenggarakan oleh Dharma Pertiwi dan TNI AD di pengungsian-pengungsian  korban letusan Gunung Sinabung, Sumatera Utara pada tahun 2014. Pada tahun 2019 ini pula ada dua pengalaman berkesan bagi Kak Rico yaitu menjadi konseptor, penulis skenario, penulis lagu, dan narator pertunjukan layar raksasa “Dongeng Musikal Animasi KEONG EMAS” Teater IMAX Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, serta membawa perwakilan provinsi DKI Jakarta menjadi Juara II Lomba Bercerita ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) tingkat Nasional di Hotel Atria Tangerang, Banten.

Dimana pun dan kapan pun insya Allah Kak Rico siap mendongeng untuk anak-anak. Baik untuk kegiatan sekolah, acara ulang tahun, family gathering, promo produk, atau pun sosial, Kak Rico selalu berusaha selalu siap untuk bisa mendongeng. Insya Allah sepanjang masih diberikan kesehatan, Kak Rico akan senantiasa istiqomah menjadi Pendongeng karena bagi Kak Rico dongeng adalah guru pendidikan moral dan budi pekerti yang paling sederhana, namun paling kaya inmajinasi.

Akhir kata, sebagai Pendongeng, Kak Rico mempunyai harapan yang sungguh-sungguh terhadap anak Indonesia, yaitu anak-anak Indonesia kelak harus sanggup menjadi generasi penerus bangsa yang santun, berahlak mulia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa.

Salam Dongeng,
Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.